Wuuussh......
Angin berhembus, menghempaskan kelopak kelopak bunga mapple berwarna pink yang berguguran di belakang sebuah sekolah di pinggiran kota Seoul. Rambut coklat itu pun mulai ikut menari bersama angin yang membelai lembut wajah tampannya yang sedang tertidur di bawah salah satu pohon mapple di sana. Rambut coklat, mata indah dan semua perpaduan yang tepat di wajah milik seorang namja yang tertidur itu.
Perlahan matanya terbuka, karena air hujan yang mulai menitikkan dirinya di bumi. Sedikit demi sedikit ia mulai dapat melihat apa saja yang ada di sekitarnya.
Masih dengan keadaan setengah tersadar ia bangkit dari tidurnya karena tak mau basah kuyup disana. Ia pun berjalan menyusuri lorong demi lorong sepi favoritnya. Caranya berjalan pun masih sempoyongan karena matanya yang masih terasa berat karena rasa kantuk yang diakibatkan ia tidak tidur semalam. Tak peduli dengan keadaan sekitarnya, ia hanya bisa mendengus kesal akibat tidurnya yang terganggu tadi. Tapi hal yang tak diinginkannya pun mulai terjadi lagi.
BRUUK....
Ia menabrak seorang yeoja yang berdiri tepat di persimpangan lorong yang ia lewati.
“Omo!!” teriaknya ketika menyadari minuman yang dibawanya tumpah ketubuh namja yang menabraknya tadi.
“Aigoo!!” ucap namja tadi mengibaskan rambutnya yang terkena sedikit dari jus tadi dan mulai mendapatkan kesadarannya sepenuhnya. “bajuku?! Aigo.. ige ottokhae?” lanjutnya ketika tahu bajunya dan separuh wajahnya dan sedikit rambutnya basah terkena jus.
“Oppa! Mianhae! Jeongmal mianhae! Aku benar benar tidak sengaja! Aku tidak tahu kalau kau ada di sana!” tukas yeoja itu meminta maaf dengan menunduk dalam dalam.
“Aish. Ne ne.” Jawabnya singkat tanpa melihat yeoja di hadapannya itu dan terus berusaha membersihkan dirinya.
“tapi, bajumu,, eottokhae?!”
Ia hanya bisa menghela nafas panjang untuk berpikir sejenak.
“kau punya beberapa tisu?”
Yeoja itu hanya mengangguk pelan memperhatikan arah suara itu.
“berikan padaku dan semuanya impas. Selesai.”
Dengan tergesa gesa ia mengambil tisu yang ada di saku kecilnya lalu menyodorkannya pada namja di depannya itu.
Setelah mengambil tisu dari tangan mungil yeoja tadi ia langsung berlalu pergi melewati yeoja yang bernama siyoung itu tanpa mengucap sepatah katapun. Ia hanya berjalan pergi tak ada yang lain hingga akhirnya yeoja berambut panjang itu berteriak kepadanya.
“Gomapseumnida oppaa...” teriakkanya terpotong pada kata yang seharusnya terisi nama namja yang sedang di teriakinya itu.
“Jeong Min! Lee Jeong Min!” sahutnya tanpa menoleh sedikitpun.
“Gomapseumnida oppa JeongMin!” teriaknya lagi melanjutkan teriakkan gagalnya tadi. Sementara itu namja bernama JeongMin tadi hanya melambaikan tisunya ke belakang tanpa melihat ke arah yeoja yang meneriakinya.
Dan, SiYoung hanya bisa tersenyum senang antara karena JeongMin tidak marah padanya dan mulai menyukainya karena sifatnya yang membawa sebuah masalah yang menurutnya sulit menjadi mudah dan sedikit cuek itu.
******
“Mwoya? Benarkah? Ow, o oo.. Chinguku ini jatuh cinta?! Ehem.. sebenarnya kalau aku boleh jujur, aku sedikit tau tentangnya” kejut seorang yeoja berambut pendek atas cerita yang barusaja didengarnya dari mulut sahabatnya.
“Mwo? Jeongmallyo JiMin-ah??? XD” kata SiYoung dengan mata yang sesaat melebar, kemudian tersenyum tak karuan.
JiMin pun hanya bisa mengangguk mantap dengan penuh percaya diri.
“Lee JeongMin. Namja kelas XI-2 jurusan IPS dan merupakan anggota club musik. Sejak awal masuk sekolah ini dia tidak mendapat banyak perhatian. Tetapi bila kau mendengarkan alunan musik serta suara merdunya, aku dapat menjamin kau bisa menjadi fannya!” jelas jimin panjang lebar.
“lalu, apakah kau juga fannya?” tanya siyoung sedikit curiga atas penjelasan sahabatnya yang menjelaskannya seperti seorang fans fanatik.
“MWO??? ANIYAA!!!! Aku hanya sekedar tau tentangnya sama seperti yang lainnya. Mana mungkin aku menjadi stalkernya! Dia->LEE JEONGMIN adalah namja biasa bagiku” teriak jimin yang membuat seisi kelas harus menutup telinganya.
“Bagaimana kau bisa mengatakan bahwa dia itu biasa dengan kemampuan musiknya itu jimin-ah?!”
“tapi aku memang merasa dia itu biasa saja, setahuku dia juga belum pernah punya yeojachingu selama di sini. Tetap saja, HYUNSEONG oppa nomor 1 di hatiku!!!!! YEAY” tukas jimin dengan nada dan ekspresi datar pada kalimat awal dan mulai berteriak kembali di kalimat kedua dan mengacung acungkan tangannya tinggi tinggi.
“Jimin-ah kau sadar kan mengatakan hal itu di hadapan yeodongsaengnya -.-”
“hehe.. ne aku tau dan sadar! Kau manis sekali!” kekehan kecil itu tampak jelas di wajah imutnya dan kemudian mencubit gemas kedua pipi siyoung dan akhirnya kabur melarikan diri entah kemana.
******
Heuuh.... aku benar benar tidak kuat bila harus dihadapkan dengan wajah manis atau imut atau semacamnya dan apalah itu disebutnya. Seperti siyoung, ia punya wajah yang manis. Keke~ benar benar manis! Dan aku suka!
Tunggu dulu!
Sekarang aku dimana?
Ini menyebalkan! Selalu saja seperti ini, kalau aku sudah menghambur gara gara melihat wajah wajah semacam itu aku tidak bisa mengontrol kemana arah kakiku ini pergi berlari.
Yaah~.... setelah mencubit pipi dari wajah manis itu akhirnya di sinilah aku. Di sebuah tempat untuk menghabiskan uang, atau kau bisa menyebutnya dengan KANTIN sekolah. Untuk apa aku datang kesini. Babo lebih baik aku pergi.
Eh, tunggu. Sebelum aku mulai melangkahkan kakiku ini aku melihat seseorang yang baru saja aku dan siyoung bahas di kelas tadi. LEE JEONGMIN. Tapi apa yang harus kulakukan padanya?!
->.......
Akupun mulai melangkahkan kakiku kearahnya yang sedang duduk bersantai sambil makan di sebuah meja sendirian. Dengan percaya diri aku berdiri di hadapannya.
“Lee Jeongmin oppa!” panggilku padanya sambil menunjuk wajahnya dan mata yang sedikit kusipitkan “Kau adalah namja kelas XI-2 jurusan IPS dan merupakan anggota club musik. Sejak awal masuk sekolah ini kau tidak mendapat banyak perhatian. Tetapi kau cukup pandai memainkan musikmu. Dan sejak pertama kau disini kau tidak pernah berpacaran kan?!” ucapku panjang lebar dengan penuh dengan kepercayaan diri yang tinggi dan tegas.
“Kau “stalker”ku ya?!” tukasnya dengan nada yang sungguh benar benar datar!
GUUBRAAAK!!!!! Aku terjatuh kebelakang.
........<-
Apa kau gila melakukan itu?! Dia pasti menganggapmu stalkernya!
Biar bagaimanapun juga aku harus bisa membantu siyoung! Hwaiting!! Akupun berjalan ke arahnya, dengan biasa. Jangan mencoba tunjukan kepercayaan dirimu yang over itu jimin-ah!
“Annyeonghaseyo oppa! Naneun Jimin imnida! Aku adalah teman dari yeoja yang kau tabrak tadi dan menumpahkan jusnya ke tubuhmu.” Akuku akan namaku sambil membungkuk. Dan tujuanku sekarang!
“chinguku tadi bernama Siyoung dan dia menyukaimu. Aku mohon terimalah dia sebagai yeojachingumu!” tukasku seraya membungkuk dalam.
Tapi apa yang aku dapatkan?! Ekspresi datar dari wajahnya! Ia tampak sedikit bingung sekarang. Terbukti dengan gerak gerik mukanya yang menoleh ke kanan dan kiri.
Yah!!! Apa yang dia lakukan?! Dia tidak meresponku?! Tunggu, dia mulai berdiri sekarang. Eh??? (-,-)” dia pergi. Melewatiku begitu saja.
->....................................<-
Aniyaaaa!!!!!...... teriakku dalam hati yang mungkin bisa kau dengar atau lebih tepatnya kau baca sekarang.
Jika itu yang harus aku lakukan, lebih baik aku menangis dikaki siyoung saja daripada aku mendapat perlakuan aneh semacam itu. (>.< ) ( >.<)
“annyeonghaseyo~! Jeongmin imnida!” ucap seseorang tiba tiba dari belakangku yang membuatku sangat terkejut dan reflek mengeluarkan jurus ularku dengan lidah yang menjulur.
“Hwaaa!!! (>@<) Hyaaaat!!!!!!”
Mwo??? Apa ini?! Lee Jeongmin?! Apa yang dilakukannya?! Dia menyapaku?! Untuk apa? Kenapa tiba tiba??
“aku lihat daritadi kau memperhatikanku dengan tatapan aneh. Apakah ada yang salah denganku?! Apa karena bajuku yang sedikit basah ini?! Kalau begitu apa kau punya tisu atau sapu tangan?? Aku boleh meminjamnya?” ucapnya dengan nada yang sungguh! Sok polos! Dihadapnku, dan bahasa tubuhnya yang tak ku tau artinya. Akupun hanya bisa mengangakan mulutku lebar lebar melihat ekspresinya yang sok imut itu! =o=
“Mwooo???? Kau datang kesini hanya untuk itu? Ambil ini! Kau itu biasa saja kau tau! Hah! Beruntung Si y.... HHHMMMMPPHHHH” aku langsung menyumbat mulut emberku ini. Hampir saja aku mengatakannya! Babo babo babo!! Bagaimana ini?!
“Jadi namamu Yoon Ji Min ya?!” tukasnya santai lalu mengangguk anggukkan kepalnya saat melihat nameboardku seperti tidak ada hal apapun yang baru saja terjadi.
Tak tau apa yang ada di pikirannya, tapi dia berlalu begitu saja meninggalkan banyak pertanyaan yang mengganjal otak kecilku ini. Apa ini? Apa ia sedang berlagak sok cool stelah berlagak sok polos dan imut tadi?!
*******
Hmm... Yoon Ji Min. Marganya Yoon ya?! Memang kenapa kalau marganya Yoon?!! Tidak apa apa sih.. keke~ hanya saja namanya itu, terlalu GIRLY untuk ukuran gadis yang unik ini. Haha!.. lucu juga ya. Seruku dalam hati sambil tersenyum senyum sendiri di belakang kelas tak memperhatikan pelajaran HyeIn seongsaenim.
Sekolah sesempit ini, tapi rasanya aku baru kali ini melihatnya. Tapi ya,, maklum saja, aku bukanlah namja populer di sekolah ini aku hanya namja biasa seperti yang dikatakannya tadi. Pergaulanku juga bukan yang “WOW”. Tapi aku benar benar ingin mengenal orang orang yang ada di seluruh penjuru sekolah ini tanpa terkecuali. Karena sepertinya menyenangkan punya teman dengan berbagai kepribadian unik dan lucu juga konyol. Sepertinya hal itu menyenangkan. Apalagi kalau mereka mau jadi saudaraku.. pasti aku akan sangat suka. Aku benar benar ingin seseorang itu.. seseorang yang dapat mengisi ruang kosong ini dengan hal hal konyol dan menyenangkan.
Yoon Ji Min, bila kau orang yang tepat. Aku harap, cepatlah datang kesini. Isilah tempat menyedihkan ini. Batinku sambil memegang lembut dadaku yang terasa sedikit mulai sesak dengan hal hal yang baru kupikirkan beberapa detik lalu.
Yah!! Lee Jeongmin! Berhentilah berkhayal dan fokuskan otak dan pikiranmu ini pada pelajaran! Kapan kau akan meningkat bila begini caranya?! Ucapku masih dalam batin yang kuikuti dengan tawaan kecil yang aneh mungkin.
******
1 month later...
Pagi itu semua murid tampak heboh karena sebuah artikel di mading yang menyatakan sekolah itu akan ditutup kecuali bila mereka mendatangkan ataupun membuat 5 murid dari sekolah lain mau pindah ke sekolah itu.
“siyoung-ah! Kau sudah dengar? Sekolah kita katanya akan ditutup!” seru seorang yeoja kepada yeoja satunya yang barusaja duduk di kursinya.
“ne. Tapi kenapa?” sahutnya dengan ekspresi datar.
“entahlah. Semua serba ditutup tutupi. Tapi sepertinya sekolah kita akan kedatangan 5 pahlawan. Karena kabarnya sekolah kita harus mendatangkan 5 murid berprestasi dari sekolah lain agar sekolah ktia tidak di tutup.” Jelas yeoja bernama jimin itu panjang lebar ala ibu ibu gosip yang biasa ia lihat di televisi.
Di tempat lain...
“hm.. 5 murid berprestasi ya?! Atau lebih tepatnya aku mengatakan 5 murid populer?! Kekeke~ kenapa begitu?! Bagaimana naasibku nanti?! Aku pasti akan merasa semakin tengggelam karena kedatangan mereka. Ya~h mau bagaimana lagi. Semoga saja mereka bisa akrab denganku.” Batin seorang namja bernama Lee Jeongmin di depan papan mading yang memuat tentang isu/rumor tentang ditutupnya sekolahtersebut. Tidak ada yang ia lakukan setelah itu. Hanya berjalan pergi sambil sesekali memperhatikan seorang yeoja yang ia kenal beberapa bulan lalu.
Memang semenjak pertemuan anehnya dengan yeoja itu di kantin, ia tak pernah lagi menyapa atau bahkan bertemu dan berpapasan dengannya. Jeongmin hanya berani untuk sekedar memperhatikannya dari kejauhan tanpa ada seorang teman di sampingnya. Karena itulah ia selalu terlihat kesepian. Hanya dengan permainan musik lembutnya, ia bisa merasa memiliki teman yang belum pernah ia miliki sebelumnya. Ia merasa tenang dan damai saat memainkan dan mendengarkan alunan alunan musik itu. Dan itulah satu satunya alasan Jeongmin untuk masuk ke club musik. Walau orang orang di sana tidak terlalu peduli padanya dan musiknya.
3 months later..
Huaaah... hari ini penyambutan datangnya 5 murid baru itu ya?! Mereka terlihat begitu antusias untuk pergi ke aula dan menyaksikan pertunjukan (?) itu. Keke.. kekehku kecil sambil mengikuti yang lain berjalan ke aula.
Tapi, tak sengaja tatapanku jatuh pada seorang yeoja yang selama ini selalu ku perhatikan diam diam, karena karakternya yang unik itu. Tak kusadari aku mulai berjalan di belakangnya, mengikutinya pelan. Hingga akhirnya disinilah Lee Jeongmin sekarang. Duduk tepat di belakang yeoja bernama Jimin ini. Kenapa rasanya aku menjadi seperti seorang Stalker?! Entahlah.
Tak tau apa yang harus kulakukan disini. Aku hanya bisa memperhatikan gerak gerik anehnya yang terlihat heboh melihat 5 orang murid baru yang di agung agungkan oleh sekolahku ini. Ia terlihat paling antusias saat para murid kelas XI memperkenalkan diri mereka satu persatu.
“YEAAAY!!!!!!!!!..... JO TWINSSSS!!!” teriaknya sangat kencang saat melihat 2 orang murid berwajah sama di sana. Eh? Berwajah sama?! Lanjut memperhatikannya lagi. Semburat semburat merah di pipinya mulai terlihat saat melihat sesosok namja kyeoppta di atas panggung. Seperti biasa, ia terlihat seperti ingin pergi berlari dari sana, namun dicegah oleh seorang yeoja di sampingnya yang aku rasa adalah sahabatnya. Aku sering melihat mereka bersama. Tetapi responnya tidak seperti Jimin yang selalu menanggapi semuanya dengan antusias. Dia terlihat tidak begitu suka dengan semua itu, hanya ekspresi datar yang bisa aku lihat dari wajahnya itu.
******
OMOO~!!!! Mereka di kelasku!! Kyaaaa!!!!! >v< bagaimana ini!? Mereka benar benar tampan!
“Siyoung-ah! Lihatlah!! Mereka di sini!! Mereka tampan sekali!!!” seruku pada siyoung yang duduk di kiriku. Pemandangan yang benar benar menyegarkan!
“Aku tidak berharap banyak. Mereka terlihat tidak tidak ramah” ucapnya meresponku.
Mwo??? Apa yang dikatakannya?!
“apa yang kau katakan?! Mereka terlihat sangat ramah!” tukasku membela namja Twins itu dengan bibir yang sedikit maju agar terlihat kyeoppta.
Yah!!!!!!!!!! Baru selesai aku berbicara mengenai mereka. Salah satu dari mereka berjalan ke arahku! Namja berambut blonde itu! Eh? Dia mengusir Siyoung?! Tapi dia di sampingku sekarang!! XD
Lagi, si namja kembar itu berjalan ke arahku. Tapi tentu saja kali ini namja dengan rambut hitam pekat itu. saeng dari namja berambut blonde itu. Dan, dia berhenti tepat di belakangku untuk, ya~ tentu saja dekat denganku dengan duduk di belakangku.
“bisakah kau pergi? Aku ingin duduk disini” ucapnya yang sungguh... sangat manis dan polos~ XD membuatku serasa ingin meleleh seperti es krim dibuatnya
“yah! Bukankah kau sudah mengambil mejaku tadi?!” marah Siyoung. Apa maksudnya! Itu Kwangmin bukan Youngmin Siyoung-ah!!!
“apa maksudmu hyungku?” katanya sambil sedikit menyingkir untuk menunjukkan hyungnya.
“mwo? Mianhe, aku lupa kalian twins” tukasnya lalu meringis malu sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.
“psst... Siyoung-ah cepat pergi,” tukasku memperingatkannya karena semua teman mulai memperhatikannya dengan tatapan sinis.
Lalu dengan tatapan malas dan setengah marah dia mulai beranjak dari kursi yang barusaja didapatkannya di belakangku. Iapun berjalan ke meja paling depan di pojok kanan dan duduk dengan terpaksa.
******
‘Kira kira apa yang sedang dilakukannya ya?!’ pikirku santai sambil bersandar di kursi yang berada di pojok ruang club music ini dengan, ya.. kalian pasti tau, dengan tersenyum kecil yang lama lama menjadi sebuah senyum lebar.
Kalian tau? Saat ini aku sedang membayangkan wajah Jimin yang merah dengan senyum khasnya yang selalu mengembang itu. Aku sangat senang melihatnya, memperhatikannya, bahkan belakangan ini aku mulai membayangkan ekspresi ekspresi lucunya. Ha~.....h kapan aku berani untuk mengajaknya bicara?! Walau mungkin hanya sebagai seorang teman. Aku ingin mengenalnya.
Fyuuuh... Daripada berpikir hal yang tak jelas seperti ini, lebih baik aku berjalan jalan sajalah..
Yap, aku mulai melangkahkan kakiku ini, entah kemana. Aku pasrah padamu kaki! Kau mau kemana?
“Yah oppa!” sepertinya ada suara kecil yang memanggilku.
Dengan tegas tapi perlahan akupun mulai membalikkan badanku. Tapi mataku melebar sesaat, walaupun tidak begitu lebar, tapi ini lumayan lebar dibanding mata sipitku yang biasanya. Saat melihat seorang yeoja itu.
“Jimin-ah?? (OoO)”
A..ad..ada apa dia tiba tiba memanggilku?! Dia berlari kearahku?! Mwo?! Andweyo~ aku belum siap untuk menghadapinya dan bertatap muka langsung dengannya!
Tanpa sadar akupun mulai bertingkah aneh dengan wajah dan ekspresi yang mungkin belum pernah aku miliki sebelum ini.
Jangan kesini!
To be continued..
To part 2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar