Cantik, tampan, manis, keren dan lembut. Itulah kira kira ciri ciri dari namja yang sedang asik kupandangi saat ini. Jo Young Min. Bagaimana kau bisa menjadi sesempurna itu? Bagaimana bisa kau membuat aku menjadi menyukaimu seperti ini juga?? Hah~ bertahan menyukaimu selama 2 tahun lebih itu sulit kau tahu?! Karena menyukaimu, aku tidak bisa punya namjachingu tahu! Bukan karena tidak ada yang menyukaiku, tetapi karena aku menolak mereka semua karena aku menyukaimu. Mungkin aku bodoh karena kebanyakan dari namja namja itu juga baik dan tampan. Terlebih lagi mereka menyukaiku, tidak sepertimu yang.. Tidak menyukaiku. Hmm.... Walaupun begitu, menyukaimu itu memberikan kesan tersendiri dalam hidupku.
Aku ingat saat pertama kali aku sadar bahwa aku menyukaimu. Saat itu aku sedang memperhatikanmu yang sedang menulis lagu pada saat yang lain asik menikmati pesta perayaan ulang tahun sekolah.
Yah~ waktu itu aku memang masih sangat polos. Aku selalu mencoba untuk mendekatimu, pura pura sok kenal. Dan hal hal bodoh lainnya. Daaaan... Ding Dong! Aku selalu gagal untuk membuatmu menyukaiku.
Dan aku mulai putus asa karenamu selama ini, hingga hari ini aku putuskan. Aku akan berusaha membuang semua kenangan tentangmu. Meskipun ini sulit. Mengingat perjuanganku untuk mendapatkanmu selama 2 tahun lebih ini gagal. Kau sama sekali tidak memperdulikanku bahkan kau hanya melihatku saat aku mengganggumu, itupun karna kau marah karena aku ganggu.
Dan didetik detik terakhir hari kelulusan ini. Aku sebagai perwakilan kelas untuk menjadi panitia pesta kelulusan tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini untuk mencoba sekali lagi mendekatimu Jo YoungMin! Jika sekali lagi aku gagal, maka aku akan benar benar melupakanmu. Tentu saja jika aku bisa. Aku tahu pasti kau juga yang akan menjadi perwakilan kelas sebagai panitia dan pasti kau juga akan menampilkan sesuatu pada pesta kelulusan nanti bersama teman temanmu.
Yap! Tujuan pertama adalah backstage. Aku mulai melangkahkan kaki ini ke belakang panggung untuk membantu panitia yang ada disana dan untuk melihat YoungMin berlatih.
Oh iya, perkenalkan namaku adalah Lee Eun Hee. Seorang gadis yang menyukai Jo Young Min. Cukup itu yang perlu kalian tahu saat ini.
Kenapa disini sepi? Di mana yang lain?? Tunggu, apa yang kudengar ini? B2st - Bad Girl??? Jangan jangan..
Akupun mulai berlari untuk mengintip dari backstage, dan benar saja. Dia menarikan lagu ini. Keren, apalagi dia memadukan lagu ini dengan beberapa lagu keren lainnya seperti BoyFriend - I Yah dan yang lainnya.
Dan pada bagian akhirnya dia menyanyikan sebuah lagu romantis milik Howl - Love You di iringi tarian dari teman temannya. Saat ini, aku baru bisa menyadari bahwa dia itu berbeda, dia lebih spesial dari apa yang kukira selama ini. Akupun menunduk perlahan meresapi setiap lirik dari lagu ini dan merenungi apa yang telah kulakukan selama ini dengan menghabiskan waktuku untuk mengejar namja itu.
Cinta?? Apa itu?! Itu menyebalkan! Aku benci! Untuk apa menyukai seseorang dalam jangka waktu yang lama jika orang itu tidak menyukaimu?! Itu bodoh namanya! Kenapa kau tidak pernah melihatku Jo Young Min?! Kau adalah orang yang benar benar kusukai selama ini! Tapi kau malah seperti tidak mengenalku. Kau selalu membiarkanku bicara sendiri dan meninggalkanku sendirian seakan kau sangat membenciku dan tak ingin melihatku di dunia ini. Kenapa kau memperlakukanku seperti itu? Apa kau benar benar membenciku? Lalu kenapa aku tetap bertahan menyukaimu?! Dasar bodoh! Menyebalkan!! Kenapa kau tidak bilang saja kalau kau membenciku? Semua yang kau lakukan selama ini padaku lebih menyakitkan daripada kau mengatakan 'aku membencimu'.
Tanpa kusadari air mataku sudah memenuhi wajah ini. Aku sudah benar benar lemas sekarang mengingat semua tingkah lakunya padaku, akupun akhirnya terduduk lemas merangkul kedua lututku dan menyembunyikan wajahku disana dan juga tangisanku yang semakin keras.
"Eun Hee-ya. Kau sedang apa di sini? Apa kau menangis?" ucap seorang namja sesaat setelah nyanyian YoungMin selesai.
"Bangunlah," lanjutnya sambil meraih kedua lenganku membuatku harus bangun mengikuti perintahnya dan menghentikan tangisanku.
"kau menangis ya?" tanyanya lagi sambil mencoba menatap mataku yang sedari tadi masih menunduk hingga akhirnya aku dapat melihat wajahnya
"Y.. YoungMin." ucapku terkejut.
"Sedang apa disini? Apa kau membawakan minum untukku? Mana? Berikan padaku" ucapnya dengan santai padahal dia mengetahui kalau aku sedang menangis.
"Yah! Apa kau buta?! Aku ini sedang menangis tahu!! Apa kau pikir aku ini pelayanmu yang selalu membawakan apapun yang kau butuhkan tanpa kau minta!! Apa kau bodoh?! Tidak bisakah kau memperhatikanku sekali saja???" teriakku melampiaskan apa yang kurasakan saat ini padanya kemudian pergi berlari meninggalkannya.
Kau sudah tau kan bagaimana caranya dia memperlakukanku?? Wajahnya yang datar seperti tidak bersalah sama sekali itu bagaimana bisa dia membuatku menyukainya?! Lihatlah dia hanya diam melihatku pergi tanpa menahan atau bahkan hanya bertanya apa yang terjadi padaku. Ini semua sangat menyebalkan!
Begitulah hari ini kurasa akan berakhir. Begitu menyebalkan '<'
******
D'day.
Inilah hari yang telah kutunggu tunggu.
Di hari ini aku akan menyelesaikan masalah dengan YoungMin dan memulai semua dari awal. Aku berusaha meyakinkan niatku sepenuh hati agar aku benar benar bisa melupakannya. Sekarang aku mulai merapikan seragam sekolahku di depan kaca. Ada perasaan sedih dan senang sih, sedih karena akan meninggalkan semua masa masa indah SMAku.
"Tunggu! Masa masa indah apanya?! Seharusnya aku senang karena akan meninggalkan YoungMin yang telah menyia nyiakan masa masa indahku di SMA. Dengan ini aku kan bisa memulai semua masa indahku dari awal! Tapi.. Kenapa aku malah merasa sedih?! Apa karena perasaan ini? Aku harus bisa melupakan namja itu!!!! Karenanya juga aku tidak punya sahabat karena kebanyakan waktuku yang habis kugunakan untuk mengejarnya.
Huaaaa!!!!!! Aku harus senang!" ucapku pada diriku sendiri saat berdiri di depan kaca dengan mata yang berkaca kaca, aku benci diriku yang seperti ini.
Akupun mulai pergi kesekolah dengan bis yang biasa kutumpangi sehari hari.
"Sejauh ini berjalan lancar, Eun Hee-ya, Fighting!" tukasku sendiri masih berusaha memberi semangat pada diriku sendiri.
******
"Eun Hee-ya~" ucap seseorang mengagetkanku dari belakang sambil menepuk pundakku yang membuatku langsung melihat kearahnya.
"Uwaah!~ Ha Na-ya.. Kau membuatku terkejut. Wae?" tanyaku padanya sambil menenangkan diriku yang terkejut.
"Orangtuamu bagaimana? Mereka tidak jadi datang?" ucapnya berbalik tanya padaku.
"Ne, wisuda oppaku lebih penting daripada sebuah pesta kelulusan" jawabku atas pertanyaan darinya tentang kedatangan orangtuaku yang harus mendatangi wisuda oppaku di Inggris.
"Ah~ ne. Bisakah kau membantuku menyiapkan kostum di belakang panggung?" pintanya padaku untuk membantunya.
"Tentu saja bisa! Apa maksudmu?! Aku ini juga panitia. Kajja!" ajakku pada Ha Na sambil menggandengnya menuju ke belakang panggung.
Disini benar benar terlihat sibuk dan ramai, tapi kenapa aku tidak tau padahal aku kan panitianya. Seharusnya aku tau semua ini akan terjadi. Akupun berjalan pelan menuju ruang kostum mengikuti HaNa yang reflek berlari meninggalkanku saat melihat yang lain sibuk kerepotan.
CKLEK..
Aku membuka pintu itu dan terlihatlah para siswa yang sedang bersiap siap untuk naik ke atas panggung. Semua terlihat berkilau dan cantik. Akupun berjalan jalan melihat pakaian pakaian yang indah itu. Sebenarnya aku mendengar kesibukan mereka di dalam sini, tapi mau bagaimana lagi aku sudah terbuai oleh keindahan kostum kostum ini. Tiba tiba pandanganku teralihkan oleh sebuah manequin yang mengenakan kostum panggung dengan warna hitam biru dengan gaya ala pangeran tetapi dipadukan dengan gaya modern yang sangat serasi. Aku melihat beberapa dari mereka mengenakan ini, tetapi bukan warna biru melainkan warna lainnya yang berbeda. Bagaimana ini? Yang lain sudah berlari keluar hendak menuju panggung, tetapi aku masih saja disini mengagumi kostum ini hingga akhirnya tak kuasa aku mulai menyentuhnya dengan lembut.
"Yah!" ketus seseorang yang tiba tiba menahan tanganku yang menyentuh kostum ini seakan dia tak ingin aku menyentuhnya.
"bukankah kau panitia?! Seharusnya kau segera melepaskan kostum ini dari patung dan menyiapkannya untukku. Tetapi apa yang kau lakukan?! Kau malah memainkannya. Cepat lepaskan itu!" perintahnya dengan tegas yang diarahkannya padaku.
"Mwo??" kejutku seraya melihat kearahnya.
"Y..YoungMin-ah" lanjutku masih dengan ekspresi terkejutku yang kutunjukan padanya kemudian melihat tangannya yang masih menggenggam tanganku membuatnya melepaskan tanganku dengan perlahan.
"cepat lepaskan kostum itu dan berikan padaku! Apa kau tidak tau seberapa sibuknya panitia yang lain?!! Bisa bisanya kau malah bermain disini. Kau sama sekali tidak membantu! Kau tidak tau apa betapa sulitnya menjadi aku?? Menjadi panitia sekaligus harus tampil di atas panggung dengan persiapan yang buruk ini, apa kau pikir ini semua mudah??" marah YoungMin padaku yang benar benar membuatku menyadari apa yang kulakukan dari tadi adalah salah besar. Aku benar benar tidak bertanggung jawab sebagai panitia, padahal mereka semua percaya padaku!
"Mian~" sesalku dan dengan cepat atau lebih tepatnya disebut buru buru aku melepaskan kostum itu dari manequinnya dan memberikannya pada YoungMin.
Sebenarnya ada sedikit perasaan yang aneh pada YoungMin saat ini. Aku merasakan ada sesuatu yang berbeda dari perasaan sukaku padanya, dan itu membuatku menjadi merasa canggung dengannya.
"kalau begitu aku akan keluar dulu" ucapku padanya lalu mulai beranjak pergi tanpa menatap matanya.
"tunggu dulu. Kau disini saja, aku akan ganti di ruang ganti. Setelah selesai aku rasa aku akan butuh bantuanmu, keadaan di luar juga sudah berjalan dengan lancar. Lagipula ruang gantinya ada di dalam sini kan?! Jadi kau tidak perlu keluar." jelasnya padaku hinga akhirnya aku berhenti dan menuruti perintahnya.
"Kau bisa berdiri di sini dan menjagakan pintunya untukku" lanjutnya setelah masuk ruang ganti tetapi keluar lagi untuk mengatakan hal tersebut padaku.
Akupun hanya mengikuti apa yang diperintahkannya sebagai rasa bersalahku. Suasanapun menjadi hening beberapa waktu hingga Youngmin melemparkan sebuah pertanyaan padaku.
"EunHee-ya. Ada apa denganmu? Kenapa kemarin kau menangis sendirian disana?" tanya YoungMin tiba tiba dari dalam.
JDEG.
Yang ada apa itu sebenarnya kau, kenapa tiba tiba kau menanyakan suatu hal tentangku? Tidak biasanya dia memperlakukanku seperti itu.
"Apa kau tidak mendengarku??" ucapnya lagi menyadarkanku dari lamunanku.
"Mian~ tapi itu bukan urusanmu" sahutku cuek padanya sambil menunduk dalam dalam.
"kenapa kau tiba tiba berubah?? Aku tidak suka itu"
DEG.. Perkataannya barusan. Seakan akan dia berkata dia menyukaiku.
Aku tidak boleh tertipu lagi! >.< tidak lagi!! EunHee-ya jangan tergoda lagi!!
"EunHee-ya apa YoungMin sudah siap??" teriak HaNa yang tiba tiba masuk dengan nafas tersengal sengal mengejutkanku.
"dia sedang berganti kostum di dalam" jawabku sambil menunjuk pintu ruang ganti yang ada dibelakangku.
Tapi tiba tiba pintu terbuka dan akhirnya mendorongku yang sedari tadi berdiri didepannya membuatku hampir terjatuh, tetapi untung saja keseimbangan badanku sangat bagus jadi aku tidak jatuh karenanya.
"Aku sudah siap" tukas namja yang mendorong pintu itu dengan datar + cuek tanpa minta maaf padaku yang hampir terjatuh karenanya, padahal dia juga melihat kalau aku hampir jatuh karena perbuatannya tadi. Dia menyebalkan! Setelah baik padaku kenapa dia tiba tiba berubah lagi menjadi YoungMin yang menyebalkan dan jahat??
"ah syukurlah~ ayo cepat ke stage! Sekarang sudah giliranmu yang lain sudah menunggu!" ajak HaNa agar YoungMin segera menuju ke panggung.
YoungMinpun berjalan dengan langkah lebarnya meninggalkanku dengan cepat bersama dengan HaNa yang akhirnya membuatku harus berlari mengikuti keduanya.
Eoh?? Yang lainnya memang sudah menunggu. Tapi, pakaian yang dikenakannya itu. Sangat cocok dengannya, terlihat seperti pangeran yang sebenarnya. Tetapi bagaimanapun juga aku tidak boleh menyukainya lagi!
"Ppali ppali! Naiklah sekarang semuanya sudah siap. Kau adalah bintang utamanya! Semangat Youngmin-ah!" dukung seonsaengnim pada Youngmin.
Sekarang dia menuju kesana, ke panggung yang bersinar dan terang. Yang mungkin saja tidak akan bisa kuraih. Bukan saatnya memikirkan hal bodoh seperti itu! Berhentilah memikirkan hal seperti itu! Bukankah kau akan melupakannya?!
Dia terlihat berbeda daripada saat latihan, ada aura yang tidak pernah kulihat darinya sebelumnya. Apa mungkin karena pengaruh kostumnya ya?!
******
Akhirnya selesai juga acaranya. Ini melelahkan, tapi aku memang panitia kan? Jadi lelah juga merupakan resiko! Sudahlah, ayo cepat selesaikan beres beresnya. Saat ini pandanganku tiba tiba teralihkan oleh Youngmin yang ikut membersihkan sisa sisa acara, dia sengaja ya?! Kenapa dia masih mengenakan kostumnya? Bukankah seharusnya dia tidak mengenakannya, itu akan membuatnya kotor.
Eottokhae?? Haruskah aku mengatakan perasaanku yang sebenarnya? Tidak! Tapi bagaimana jika aku menyesal nanti?? Bagaimana? Haruskah??
Akhirnya kuputuskan untuk menghampirinya. Walaupun aku tidak tau apa yang harus kukatakan nanti.
"Yah" panggilku padanya dan diapun membalikkan badannya untuk melihatku.
"kostummu! Kau harusnya melepaskannya, kau membuatnya kotor" lanjutku tetapi tidak berani melihat matanya.
"ah, ne" sahutnya masih sama cueknya dengan Youngmin lama yang kukenal. Diapun melihat kostum yang masih dikenakannya dan menepuk nepuknya untuk membersihkannya.
Apa yang bisa kulakukan lagi? Saat aku mulai beranjak pergi, aku berbalik kembali kearahnya dengan cepat karena tidak mau menyesal. Karena kecepatan berbalikku yang luar biasa itu membuat Youngmin langsung melihatku, mungkin karena terkejut.
"Wae?" tanyanya dengan muka sebal yang diarahkannya padaku.
"bisakah aku bicara denganmu setelah semua ini selesai??" tanyaku padanya dengan penuh harap dia akan menjawab 'ne'.
"ne" benar benar jawaban yang kuharapkan -,-". Setelah menjawab dengan sangat dan sangat sangat singkat ia pun langsung melanjutkan tugasnya lagi.
"ah" ucapku tanda mengerti mengakhiri percakapanku dengannya dan pergi untuk melanjutkan tugasku yang lain.
******
"hh.. Hh.. Sudah lama??" tanyaku dengan nafas yang tidak beraturan pada Youngmin yang sudah duduk manis menungguku di taman.
"mian~" lanjutku masih dengan nafas yang tersengal sengal.
"duduklah dulu, atur nafasmu" ucapnya padaku yang membuatku terkejut kembali karena dia yang tiba tiba berubah menjadi baik lagi padaku.
Diluar dugaan, dia memberiku beberapa lembar tisu untuk membersihkan keringat yang bercucuran diwajahku karena tugas berat yang baru kuselesaikan. Dan itu menambah level terkejutku pada hari ini. Tanpa pikir panjang aku tentu saja langsung menggunakannya.
"Kenapa kau tiba tiba berubah? Kau tidak seperti biasanya, bukankah biasanya kau selalu memberiku semangat. Tapi hari ini kau sama sekali tidak menyemangatiku seperti biasanya. Hari ini kau lebih banyak diam saat bersamaku, biasanya kau selalu cerewet saat bersamaku. Kemarin, kau juga menangis di backstage. Sebenarnya ada apa??" tanyanya yang terdengar seperti ada sesuatu diantara kami berdua. Dia seperti menyukaiku. Tapi pasti ini jebakan lagi.
"aku.. Aku,, aku ingin membuat pernyataan padamu" ucapku tanpa menjawab pertanyaan darinya membuatnya langsung menatapku, tapi aku tak bisa membalas tatapannya. Entah mengapa aku hanya bisa melihat bawah.
"jawablah pertanyaanku dulu" pintanya yang tak kuhiraukan.
"aku.. Aku menyukaimu. Tapi, itu dulu. Sekarang aku akan melupakanmu. Mungkin selama ini aku yang kau tau adalah aku yang tergila gila pada Youngmin, yang tak pernah menyerah dan putus asa. Tetapi, sekarang aku menyerah. Aku lelah kau selalu tidak memperdulikanku! Apa kau pikir hidupku itu hanya untuk mengejarmu?? Menyukaimu itu sulit! Apa kau pikir selalu kau hindari itu tidak menyakitkan?! Inilah saat yang tepat untukmu mengatakan kau membenciku jika kau membenciku! Tidak perlu melakukan semua hal hal yang menyebalkan itu padaku! Aku benci semua ini! Aku pasti akan melupakanmu! Pasti!" lanjutku mengeluarkan semua perasaan dan isi hatiku selama ini padanya sambil menangis.
Setelah apa yang kukatakan padanya, aku mulai beranjak dari kursi ini dan berlari meninggalkannya. Tetapi, apa ini?? Apa dia menahanku?? Aku rasa ya, dia menggenggam tanganku dengan erat.
"Aku akan pergi ke Inggris untuk kuliah" ucapnya padaku seakan dia ingin aku mencegah kepergiannya. Setelah mendengar perkataanya itu aku benar benar terkejut dan dengan segenap keberanianku aku menatap matanya masih dengan air mataku yang tidak mau berhenti mengalir.
"yah! Apa kau pamer? Kau pikir aku akan heran jika kau kuliah disana? Kalau kau tau oppaku juga kuliah disana! Dan jika aku mau, aku juga bisa kuliah disana! Tapi jangan harap aku akan mengikutimu kesana! Karena aku sudah bilang aku akan melupakanmu!" teriakku padanya sambil menutupi keterkejutanku dan meneruskan lariku.
******
******
"aku, tidak membencimu. Jangan pernah melupakanku. Aku mohon" ucapku lirih setelah dia berlari meninggalkanku berdiri sendiri disini.
To be continued..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar