Eotthoke? apa yang harus kulakukan?!
“ne??” sahutku dengan sekuat tenaga untuk menahan detak jantungaku yang tak karuan ini. Sedikit, aku mulai tersenyum padanya, senyum terpaksa.
“eh?! Oppa, nafasmu kenapa seperti itu? Apa kau baru saja berlari atau mengerjakan sesuatu yang berat?” tanyanya yang membuatku langsung tersadar dengan nafasku yang ngos-ngosan ini. Kenapa seperti ini?! Apa karena pengaruh dari jantungku yang berdetak tak normal ini?!
‘yah! Shimjang! kenapa kau seperti ini? Kenapa pada saat seperti ini?! Berhenti!’
“aniya, gwaenchanayo. waeyo?” tanyaku sambil berusaha mengendalikan jantung dan nafasku.
“ahh~ aku ingin bicara denganmu.” Ucapnya dengan ringisan kecil.
Sementara aku hanya dapat berusaha untuk membulatkan mataku karena ucapannya.
“aisshh.. tentu saja tidak di sini. Kajja!” tukasnya seraya berjalan sambil menarik pergelangan tanganku.
DEG.. DEG.. DEG.. DEG.. DEG..
Apa yang dilakukannya! Dia membuat jantungku bereaksi buruk lagi!
Aku melihat tangan mungilnya itu menarik pergelangan tanganku agak kasar. Seorang yeoja menarikku?! Apa tidak salah?!
“Yah! Kau pikir kau siapa beraninya menarikku kemari?!” teriakku sekuat tenaga memberanikan diri sambil menghempaskan tangannya, walaupun masih ada mimik gugup di wajahku ini.
“mwoya?!” ucapnya singkat sambil mendekatkan wajahnya ke arahku dengan mata menyipit membuatku semakin gugup dibuatnya.
“kau pikir kau siapa?! Yang harusnya berkata seperti itu aku! Untuk ukuran namja biasa seperti oppa, oppa beruntung karena disentuh olehku! Oppa tau, aku ini adalah wakil ketua “PG. Papa Girls” Paparazi Girls dan saat kelas 2 nanti aku akan diangkat menjadi ketua” katanya penuh percaya diri dan kebanggaan di hadapanku.
“oh?! Jangan jangan oppa tidak tau apa itu PaparaziGirls?!” tanyanya dengan mulut yang membentuk huruf “O” yang hanya bisa kujawab dengan gelengan kepalaku.
“benar benar namja biasa. Ckckck.. Ehrm.. PaparaziGirls adalah sebuah organisasi yang anggota anggotanya mengerti dan memiliki wawasan+pengetahuan yang luas tentang murid murid di sekolah ini baik yang populer maupun yang tidak populer seperti oppa. Walaupun namanya Girls, tapi anggotanya tidak semuanya yeoja, ada juga beberapa namja yang menjadi anggota PG.” Jelasnya panjang lebar kearahku sehingga membuatku membayangkan apa yang dikatakannya dengan gambaran kartun yang mudah ku mengerti.
“jangan membayangkan mereka itu setengah setengah! Mereka adalah namja tulen!” tukasnya disamping telingaku membuat semua gambaranku hilang meleleh begitu saja.
“arraso. =,=.
Jadi kau mengetahui informasi informasi tentangku?!”
“tentu saja!” katanya penuh semangat yang membara dan senyum kepercayaan diri yang tinggi.
“jangan jangan kau stalkerku lagi?!”
“MWOOO????!!!! #JLEB# untuk apa aku menjadi stalker namja biasa sepertimu!!”
Keke~ reaksinya itu lucu sekali!! Ekspresinya, aku sangat suka!
Dengan ekspresi datar diluar aku mencoba menyembunyikan senyumku ini sedalam mungkin di diriku.
“katakan sesuatu tentang diriku” pintaku padanya dengan senyum kecil di bibirku ini yang aku rasa cukup manis.
“tentu saja! Lee JeongMin. Namja kelas XI-2 jurusan IPS dan merupakan anggota club musik. Sejak awal masuk sekolah ini kau tidak mendapat banyak perhatian. Tetapi kau cukup pandai memainkan musikmu. Dan sejak pertama kau disini kau tidak pernah berpacaran kan?! Aku juga belum pernah melihatmu bersama seorang teman, kau selalu menyendiri dan hanyut dalam alunan musikmu sendiri. Atau,, jangan jangan kau tidak punya teman?!” tanyanya penuh curiga ke arahku
DEG............
Ucapannya itu......
Membuatku merasa semakin jatuh ke dalam duniaku..
Dunia yang sudah lama terkunci,,, hanya ada aku dalam dunia ini...
Dunia yang sepi,,
Tidak ,,,,
Ini adalah dunia yang mati.
Kuncinya, aku ingin menemukannya..
Aku ingin segera membuka gerbang ini, kemudian dengan segera berlari keluar sekuat tenaga, dan tak ingin lagi rasanya aku kembali lagi ke dunia yang dingin dan menyeramkan ini.
Berikan kuncinya.....
Aku mohon....
“yah!!! Apa yang kau pikirkan?!” teriak seseorang yang membuatku sontak sangat sangat terkejut dengan nafas yang tersengal sengal.
“Hhh... Hhhh... Hhhh... waeyo??” tanyaku dengan tatapan mata kosong dan nafas yang masih tersengal.
“kenapa dari tadi kau melamun?? Kau melamun selama 1 menit lebih tau!” ucapnya ketus padaku.
“a.. apa?! Aku.. melamun??” tanyaku sedikit bingung.
“kau pikir kau sedang apa dari tadi?! -,-‘” katanya padaku. Akupun hanya bisa memberikan senyum yang ingin kubuat setenang mungkin.
“Mianhae”
“hanya itu yang bisa kau katakan?!” tukasnya ketus lagi padaku.
Aku hanya bisa diam menatapnya..
“tadi kau ingin bicara apa?” tanyaku padanya dengan ekspresi standarku lagi.
“ah~.... a.. itu....” ucapnya terbata bingung. Sebenarnya apa yang ada dipikirannya?!
“oppa mau jadi temanku??” lanjutnya dengan ucapan hangat.
BREEGG.. BRESS...
Sekali lagi, ucapannya itu....
Ucapannya itu, mampu merobohkan bongkahan es di hatiku.
“oppaya~” panggilnya lagi padaku dengan melambai lambaikan telapak tangannya di depan wajahku.
“ah???? Ne?.. oh, tentu saja! Aku mau menjadi temanmu. Dengan hati yang benar benar senang!” jawabku terkejut kemudian tersenyum lebar.
Tidak tau kenapa dia tiba tiba mempoutkan bibirnya imut padaku kemudian terkekeh kecil, tapi aku benar benar menyukai itu.
“oppa, kapan terakhir kali kau punya teman?” tanyanya ceria padaku
“entahlah, aku ragu. Mungkin saat kelas 2 SD” jawabku seadanya
“mwo?? Lalu?”
“dia pindah ke Itali, dan sejak itu aku tidak pernah berkomunikasi dengannya ataupun punya teman lagi”
“mwoya??? Pasti temanmu itu benar benar orang yang baik, karna mau berteman denganmu yang tidak pernah punya teman”
“ya. Dia benar benar namja yang baik”
Seiring dengan percakapan kami, kaki kamipun ikut berjalan beriringan menjauh dari tempat semula kami tadi.
Perlahan tapi pasti, es di hatiku ini perlahan mulai mencair
Aku merasa sedikit hangat,..
Tak tau apakah yang kulakukan ini benar,
tapi aku mulai mencoba membuka gerbang ini walau aku belum menemukan kuncinya...
mencoba memberontak untuk keluar..
Dan,,,
Demi melihat secerca cahaya yang selama ini ku impikan....
******
HOAAAAMMMHHHH...................
Haaaah.... ‘pagi...!!!!! Waaah, aku dirumah ya?! Hmm..’ batinku sambil tersenyum sendiri pagi ini di kamarku.
“hwaah,,. Semalam aku mimpi aneh!” teriakku sendiri sambil turun dari ranjangku seraya berlari ke meja riasku.
“annyeong Jimin-ah! waah sepertinya semalam tidurmu
Nyenyak ya?!
Ani~ aku bermimpi aneh! Berteman dengan Lee Jeongmin?! Apa apaan itu!!!” tanyaku dan kujawab pada diriku sendiri sambil berkaca dengan ekspresi ekspresi lucu.
“keke~ cepat mandi dan berangkat! Kau bisa terlambat dan membuat Siyoung khawatir!” tukasku pada diriku sendiri lagi lantas berhambur ke kamar mandi.
******
“Pa~gi yang cerah... Aku melangkah menuju sekolah!!~” senandungku riang sambil melompat kecil menuju sekolah dan tentunya ekspresi ekspresi aneh khas dariku.
“Aku harap hari ini tidak turun hujan” tukasku saat berhenti tiba tiba sambil menatap langit yang terlihat sangat indah dengan dominasi warna biru cerah.
“Pagi Jimin-ah!” sapa seseorang dari belakangku sambil menepuk bahuku.
“hmh???” akupun reflek menengok ke arah orang itu.
Lee Jeongmin?!
“Eotthoke jinaeseumnika??” ucapnya lagi padaku sambil tersenyum.
“Aku pikir yang kemarin itu mimpi” ucapku masih tak percaya.
“Mwo? Jadi semalam kau memimpikanku? Waah.. Kau memimpikanku menjadi apa?” ucapnya bersemangat.
“Yah yah!! kenapa kau tiba tiba akrab denganku?” teriakku bingung sambil berusaha menjauhkan bahuku yang disentuhnya tadi.
“Bukankah kemarin kau yang mengajakku berteman??” tanyanya semakin bingung akan ucapanku.
“Ah oppa benar! Oh ya! Aku lupa!” teriakku berpura pura lupa akan sesuatu lalu berlari meninggalkannya tanpa pamit membuatnya terpaku menatapku pergi dengan tatapan bingung.
******
CKREK..
Aku menyalakan sebuah lampu belajar di ruangan kecil dan gelap milikku. Dengan wajah serius, perlahan aku mulai mengambil secarik kertas dari dalam laci meja di hadapanku ini, kemudian mengambil pensil kecil di atas meja untuk mulai menulis.
CKLEK..
“saatnya penyusunan rencana!” ucapku dengan suara seram dengan senter yang kuhadapkan ke wajahku dan alis yang kunaikkan satu dan tentunya senyum evil.
“Rencana pertama! Membuatnya mengenal Siyoung” tukasku sambil menuliskan kata kataku pada kertas di hadapanku tapi aku mulai teringat sesuatu dengan tiba tiba menghadap ke depan.
“rencana ini, GAGAL! Gara gara Lee Jeongmin sendiri. Seharusnya kemarin aku mengatakan kalau aku punya teman dan dia adalah Siyoung~!!!!!! Hwaaa!! Apa yang harus kulakukan!!!” teriakku sambil menarik narik rambutku kesal.
->.........................<-
“YAAH!!! Jimin-ah!!! Kalau kau masih ingin tetap di kelasku diamlah! Kenapa dari tadi kau melakukan hal yang aneh!!!” teriak Park Seongsaenim.
“Aah????” ucapku terkejut lirih pada Park seongsaenim.
“Dari tadi kau berlaku aneh! Mulai dari memasang wajah serius sampai seram! Sebenarnya kau ini kenapa? Kau juga bertingkah aneh! Kau membuatku takut” teriak Park seongsaenim lagi menjelaskan diriku yang tak bisa diam dari tadi.
“Jwosonghamnida.” Sesalku dengan menunduk dalam dalam.
‘Baboya!’ marahku pada diriku sendiri kemudian kulirik siyoung yang sedang memperhatikanku dengan tatapannya yang seakan berkata ‘ada apa denganmu? Apa kau tidak apa apa?’
******
@jam istirahat
Jam istirahat ini aku mau ke mana ya?! Oh ne! Bagaimana kalau memperkenalkan Siyoung pada Jeongmin oppa?! Sepertinya ide yang bagus! Tapi... mana mungkin aku melakukannya?! Kemarin appa siyoung baru dipecat! Omona~ Siyoungku yang malang!
Dengan tubuh malas dan lunglai aku melangkah menuju mejanya. Dan menjatuhkan badanku di kursi sampingnya.
“Siyoung-ah aku dengar kemarin appamu baru dipecat ne?” tanyaku sambil mepoutkan bibirku dan dijawabnya dengan anggukan manisnya.
“Aku turut sedih~! Kenapa dengan wajahmu?! Tersenyumlah!” tukasku padanya lalu menarik kedua ujung bibirnya ke atas dan tertawa kemudian di ikuti tawanya yang lepas.
Aku,, merasa mereka sedang memperhatikan kami.
Mereka.. Pahlawan baru sekolah kami. Aku merasa ada yang aneh dengan mereka berdua. Seperti ada yang ditutup tutupi. Kwangmin juga terlihat sangat ingin akrab dengan Siyoung, Hmmphh... dia sangat dingin padaku kemarin saat mengejar siyoung.
FLASHBACK..
“baiklah. Namamu Kwangmin kan?!” tanya seorang yeoja yang pergelangan tangannya digenggam erat oleh seorang namja di hadapannya. Dan dijawabnya dengan anggukan imut.
“Yah!!!!” teriak yeoja bernama Siyoung itu sambil menghempaskan tangan kwangmin kemudian berlari meninggalkannya.
Tanpa berpikir panjang kwangmin langsung mengejarnya. Melewati lorong lorong sekolah itu.
“Siyoung-ah?!” tukas seorang yeoja yang dilewati siyoung sambil tersenyum lebar. Namun ia tidak di hiraukan oleh siyoung yang berlari sehingga membuatnya terbingung.
“Kwangmin oppa?!” tukasnya lagi saat melihat seorang namja mengejar siyoung. Namun lagi lagi ia tak di hiraukan sehingga terpaksa membuatnya ikut berlari di belakang mereka.
Hingga tibalah mereka di depan gerbang sekolah dan dengan terengah engah jimin bertanya.
“oppa, waeyo? Kenapa siyoung berlari?” tanyanya manis sambil tersenyum kecil.
“nan molla. Tadi setelah ia mendapat telephone dari seseorang dia langsung berlari begitu saja.” Jawab kwangmin dengan masih menatap arah siyoung pergi bersama seseorang mengendarai motor.
“oppa mau pulang bersamaku?” tanya jimin genit dengan menyibakkan rambut sebelah kanannya ke belakang telinganya.
“ani. Aku akan pulang bersama hyung(kakak laki2)ku” iapun langsung beranjak pergi untuk pulang bersama hyungnya yang sudah menunggu di depan gerbang sekolah.
“benar benar saeng yang manis! Dia pulang bersama hyungnya~!” puji jimin dengan mengepalkan kedua tangannya di pipi.
FLASHBACK OFF..
Yahh.... setidaknya aku sudah mengucapkan kesedihanku untuknya. Ne Jimin-ah!! Tetaplah bersemangat! Kembali aku memainkan bahasa tubuh unikku sesuai dengan yang kupikirkan saat ini sambil menuju kantin, untuk mencari Jeongmin oppa hanya untuk berbicara dengannya.
Tanpa perintah mata ini langsung mencari Jeongmin oppa setibanya di kantin. Kesana sini. Aku masih sibuk mencarinya.
“itu dia!” teriakku saat aku menemukannya. Kakikupun menghampirinya bersama tubuhku di belakangnya.
“oppaya!!!” panggilku padanya saat dia sedang duduk santai sambil meminum jus. Diapun pun langsung menyemburkan minumannya ketika melihatku berdiri di depannya tiba tiba.
Aku hanya bisa membelalakkan mataku melihatnya bertingkah seperti itu di hadapanku sambil melompat menjauh agar tak terkena semburan mautnya itu. Apa aku mengagetkannya?? Tapi kenapa dia harus kaget saat melihatku?! Haahaha.. itu patut dipertanyakan oppa!! (’.’)’7
“Yah!” teriakku padanya. Karena ada sedikit jusnya yang mengenaiku.
“Yah!!!!” ucapnya balik berteriak padaku membuat mataku melebar seketika.
“kau benar benar membuatku terkejut!” lanjutnya dengan tatapan marah padaku.
Heleh.. memangnya aku melakukan apa padanya sehingga dia marah seperti itu padaku?! Seenaknya saja! Itukan salahnya sendiri! Aku hanya memanggilnya. Tidak ada niatan sama sekali untuk membuatnya terkejut seperti itu.
“ne.. ne aku tidak mau berdebat denganmu! Mianhaeyo oppa~” ucapku seraya membungkukkan punggungku tapi tak di sertai raut muka yang tulus. Keke~ karna aku rasa aku memang tidak bersalah.! Aku memang tidak bersalah kan?!
“oppa~... Kalau kau cemberut dan marah seperti itu, kau sangat mirip dengan adikku! Dia tidak pernah tersenyum. Dan selalu bergaya sok cool dan dewasa di depanku. Padahal dia punya wajah yang sangaaat imut dan manis. Terkadang saat lupa, aku hampir memakannya” ceritaku tak penting hanya untuk membuatnya bertanya dengan kedua tanganku yang kubuat buat seakan akan menerkam seseorang karena gemas. Dan..... Berhasil!!
“kau punya adik?!” tanyanya sedikit malu.
“ne. Umurnya baru 11 awal Februari kemarin. Dia benar benar manis!” jawabku yang membuatnya semakin penasaran.
Iapun mendekatkan wajahnya ke arahku dengan wajah penasaran dan mata yang berusaha ia bulatkan.
“bagaimana rasanya punya adik?” tanyanya lagi yang membuatku terkejut setengah mati akan pertanyaan anehnya.
Sebenarnya pertanyaan macam apa ini?! Apa benar dia anggota club music?! Bukankah club music adalah tempat orang orang pandai?! Kenapa dia bisa masuk ke club itu?????!!!! Jangan jangan informasi yang kudapat selama ini tentangnya salah!
“M.. MWOYA????!!!! Apa maksudmu?!” sahutku terkejut dengan jawaban seadanya.
“ijinkanlah aku ikut kau pulang nanti. Biarkan aku disana selama beberapa jam. Aku ingin tau, seperti apa “adik” itu. Dan bagaimana rasanya punya saudara. Jeball Jimin-ah!” pintanya dengan menunjukkan puppy eyes yang aku rasa bukanlah puppy eyes karena matanya yang sipit itu.
Apa aku terlalu jahat?! Ani, aku tidak jahat, tetapi lebih ke jujur! Hahahaha!!
Tapi, permintaan aneh macam apa itu??? Membiarkan dia tinggal beberapa jam di rumah bersama adikku??!! Yah!!! Mana bisa! Kau tidak tau adik macam apa Yoon Hyunjin itu!! Kau bisa bisa mati menghadapinya! Hahahahaha!!!! #devil laugh
‘Tapi,,, terserah kau saja! XP’ ucapku dalam hati dengan satu alis yang kunaikkan dan evil smileku.
Selamat bersenang senang Hyunjin-ah!
To be continued..
to Part 3

Tidak ada komentar:
Posting Komentar